×
May 15, 2019

Lakukan 5 Tips Ini Untuk Transaksi E-Money Yang Aman

Cashlez Inspiration

E-money termasuk salah satu uang elektronik yang menggunakan sebuah chip, jadi informasi mengenai nilai uang yang Kamu miliki akan tersimpan di sana. Berbeda dari kartu debit dan kartu kredit, Kamu tidak perlu melakukan registrasi ke bank untuk memiliki sebuah e-money, jadi siapapun bisa menggunakan e-money yang Kamu miliki. Tetapi, tidak perlu khawatir, Kamu bisa mengikuti 5 tips berikut ini supaya proses transaksi dengan e-money tetap aman.

  1. Pastikan Kamu mengisi saldo sesuai kebutuhan

Kamu harus mengetahui transaksi apa saja yang membutuhkan e--money sehingga Kamu bisa memprediksi berapa saldo yang harus Kamu miliki. E-money termasuk alat pembayaran nontunai yang tidak membutuhkan identitas pengguna, jadi, Kamu hanya boleh menyimpan 2 juta rupiah pada e-money Kamu, tetapi jika ternyata kebutuhan Kamu sangat banyak, Kamu bisa mendaftarkan diri ke bank sehingga saldo maksimum Kamu berubah menjadi 10 juta rupiah.

  1. Cari tahu tempat untuk melakukan top up

Terkadang, kita sebagai pengguna e-money lupa mengingat berapa sisa saldo pada e-money kita. Jika e-money dibutuhkan untuk keperluan mendesak, maka mau tidak mau kita harus mencari tahu tempat terdekat untuk melakukan top up. Jadi, pastikan Kamu tahu dimana saja Kamu bisa mengisi saldo e-money yang Kamu miliki, ya!

  1. Ingat, e-money adalah barang pribadi Kamu!

Alat pembayaran nontunai seperti e-money diciptakan untuk menghindari pencurian yang mudah dilakukan jika Kamu memegang uang cash. Namun, biar bagaimanapun, Kamu harus tetap waspada menggunakan e-money, pasalnya mungkin saja ada trik-trik yang digunakan pencuri untuk menjebak Kamu, misalnya seperti pura-pura meminjam e-money karena kehabisan saldo saat akan membayar uang tol.

  1. Jangan sampai e-money Kamu mudah tertukar

Salah satu antisipasi paling ampuh yang bisa Kamu lakukan agar e-money tetap aman adalah membedakan kartu e-money kamu dengan kartu lainnya. Misalnya dengan menggunakan card holder atau memesan desain khusus pada lembaga penerbit kartu e-money. Dengan begitu, tidak akan ada orang yang mengaku-ngaku e-money Kamu adalah miliknya.

  1. Selalu ingat jumlah saldo yang saat terakhir kali bertransaksi

Selain membuat kartu e-money Kamu terlihat berbeda dari kartu e-money lainnya, Kamu sebaiknya juga mengingat saldo terakhir pada kartu Kamu. Hal ini bisa menghindari Kamu dari orang-orang yang berniat menukar kartu Kamu dengan kartu mereka yang saldonya tidak sebanyak Kamu. Selain itu, Kamu juga bisa meminta bukti pembayaran yang sudah Kamu lakukan, baik melalui mesin yang mencetak struk maupun aplikasi pembayaran yang menampilkan e-receipt.

Hanya tinggal tap, semua pembayaran bisa Kamu lakukan dengan mudah berkat e-money. Jaga baik-baik e-money Kamu, ya!

Share This News to: