×
January 11, 2019

Ngopi di Rumah Ala Popolo Coffee

Cashlez Inspiration

Memulai suatu bisnis adalah sebuah tantangan bagi setiap individu. Pasalnya ada individu atau kelompok lain yang telah memulainya lebih dulu. Tak ayal kalau nyali sempat ciut duluan karena takut kalah saing.

Hal ini berbeda dengan Alyssa Rusli, seorang millenial entrepreneur, pendiri Popolo Coffee sejak Mei 2015. Popolo Coffee adalah sebuah coffee shop di Bogor Timur yang tak hanya menyediakan aneka kopi dan teh, tetapi juga aneka pastry.

Kata “Popolo” sendiri berasal dari Bahasa Italia yang berarti “People”.


People and Coffee” tampaknya pas menjadi padanan kata sebagai branding coffee shop ini. Pasalnya Popolo Coffee memberikan tempat untuk orang-orang yang ingin sekedar melepas lelah, berbagi ide atau cerita, dan tak ketinggalan juga for those who wants to do their task. Yes, there is wi-Fi area!

Mengapa bisnis coffee shop?


Belum banyaknya tempat nongkrong anak muda dengan konsep seperti “ngopi di rumah” menjadi alasan Alyssa untuk memulai bisnis ini. Coffee shop ini juga menawarkan sensasi “pulang ke rumah” karena memang letaknya yang berada di sekitar kawasan perumahan dan tidak banyak dilalui kendaraan. Kawasan ini ia sebut sebagai “hidden gem”.

Mengapa memilih menjadi entrepreneur?

Ya, memang sepertinya sudah ada bawaan jiwa entrepreneurship saja. Saya sudah memulai bisnis sejak saya SMA.”, ungkap Alyssa. Jiwa entrepreneurship yang dimiliki Alyssa ini pun mengantarkannya untuk melanjutkan pendidikan di jurusan Entrepreneurship and Marketing di Curtin University of Technology Australia. Tak hanya dengan alasan itu saja, Alyssa juga ingin membuka peluang bagi anak-anak muda yang ingin belajar dan bekerja di dunia kopi.

Tantangan yang dirasakan oleh Alyssa saat ini adalah semakin banyaknya anak muda berprestasi yang meluncurkan inovasi-inovasi baru. Ya contohnya saja, saat ini semakin banyak kafe dengan konsep yang lebih menarik. Tantangan ini justru tidak membuat Alyssa mundur dalam perjalanan bisnisnya. “Malah kita yang sudah memulai lebih dulu harus tetap exist dengan terus melakukan quality control, bersikap ramah kepada customer, dan rutin mengeluarkan produk-produk baru. Intinya, jangan mau kalah sama pebisnis baru.

Inovasi anak muda sekarang tidak hanya seputar membuka kafe, resto, atau usaha kuliner lainnya. Ada inovasi lain, yaitu di bidang keuangan digital atau biasa yang disebut dengan financial technology.

Alyssa pun mengakui kehadiran financial technology sangat membantu usaha coffee shop yang didirikannya. “Mesin kasir berupa komputer sebesar itu ya sekarang diganti dengan tablet saja.”, ungkapnya. Menurutnya sistem mPOS meningkatkan prestige suatu tempat usaha karena lebih terlihat modern dan cakap teknologi.

Tak hanya itu saja, sistem mPOS yang diberikan oleh layanan keuangan digital juga memudahkan merchant untuk menerima daily back office reporting secara real time. “Saya bisa menemukan produk favorit pembeli dengan laporan harian penjualan dan memberikan promo di jam-jam tertentu yang sepi pembeli.

Selain mPOS dan back office reporting sebagai inovasi keuangan digital, fintech juga memberikan kemudahan pembayaran. “Intinya, datang ke kafe, pesan minuman dan makanan favorit, tunggu jumlah pembayaran kamu, lalu tap, swipe, atau insert card, terus duduk dan pesanan diantar. Tapi sayangnya, masih banyak yang belum menggunakan kartu pembayaran dan lebih memilih memakai uang tunai.


Ini dia, apa kamu masih menjadi bagian dari cash society? Sudah saatnya ubah konsep paper use jadi paper less! No more cash, be cashless society!
Share This News to: