×
March 11, 2019

Bincang-Bincang Hangat Industri 4.0, Siapa yang Jadi Aktornya?

Cashlez Inspiration

Perbincangan tentang industri digital di Indonesia semakin hangat, bahkan sampai menuai kontroversi. Akan tetapi, dari segala kontroversi yang ada malah sesungguhnya negara kita sedang pada posisi genting untuk mempersiapkan pertumbuhan industri 4.0.

Lima tahun belakangan memang negara kita sudah pada tahap mengikuti pesatnya pertumbuhan industri teknologi. Sejumlah perusahaan start up dengan segala inovasi teknologinya berhasil melesat jauh hingga mencapai nilai valuasi yang patut diperhitungkan. Ya, pasalnya terdapat beberapa start up di Indonesia yang telah mencapai valuasi lebih dari $1 miliar.  

Tirto.id mengungkap bahwa November 2018 kemarin, Google dan Tamasek (firma investasi asal Singapura) melakukan studi tahunan yang berjudul e-Conomy South East Asia. Studi ini bertujuan untuk melihat adanya pertumbuhan ekonomi internet yang kian meroket pada 2018.

Studi ini mengindikasikan bahwa Indonesia memimpin pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara. Mengapa? Alasan utamanya adalah karena Indonesia memiliki ekonomi internet yang terbesar dengan pertumbuhan paling cepat dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Perlu diketahui bahwa pengguna internet di Asia Tenggara telah mencapai 150 juta pengguna di tahun 2018.

Pertumbuhan ekonomi ini memang faktanya didorong oleh pesatnya pertumbuhan dari industry e-commerce, media daring, travel daring, dan ride hailing seperti taksi atau ojek online.

Tirto.id juga mengungkapkan kembali fakta dari Tech in Asia bahwa pertumbuhan yang terjadi ini disebabkan karena Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil, yakni sekitar 5 persen per tahunnya. Hal ini sejalan dengan menguatnya kekuatan ekonomi kelas menengah, tingginya penetrasi perangkat ponsel pintar, dan pertumbuhan transaksi uang elektronik. Bahkan pada September 2018 kemarin, Bank Indonesia mencatat bahwa transaksi uang elektronik di Indonesia telah mencapai Rp 31,6 triliun.

Share This News to: