×
October 15, 2018

Ubah Strategi Akuisisi Merchant, Cashlez Luncurkan Layanan POS Gratis untuk UMKM di Indonesia

Cashlez Press Release

Jakarta, 10 Oktober 2018 - PT Cashlez Worldwide Indonesia merupakan perusahaan teknologi finansial di bidang pembayaran yang memberikan solusi untuk merchant mengeluarkan fitur terbaru yaitu POS (Point of Sale) atau yang sering disebut software aplikasi kasir. Fitur Point of Sale ini diluncurkan pada bulan Oktober 2018 secara cuma-cuma atau gratis kepada merchant, guna meningkatkan strategi akuisisi merchant Cashlez. Saat ini, fitur Point of Sale telah tersedia di sistem operasi Android dan iOS.

Selain pengembangan fitur Point of Sale, Cashlez yang beroperasi sejak September 2016 telah dapat menerima berbagai fitur pembayaran diantaranya fitur pembayaran berbasis kartu menggunakan mPOS, QR Payment, dan Cashlez Link, sebuah link pembayaran personal untuk transaksi online atau e-commerce. Sebelumnya, pada tahun 2017 Cashlez telah bekerja sama dengan Dimo Pay sehingga merchant dapat menerima pembayaran dengan metode QR. Di tahun ini, Cashlez menambah metode pembayaran berbasis QR dengan bekerja sama dengan TCASH, BNI YAP! dan QR Payment terbaru dari Bank Mandiri.

Rahmat Bagas Santoso, Chief Technology Officer Cashlez menjelaskan, “Tahun ini berbagai development baik dari segi fitur maupun penambahan opsi jenis pembayaran telah kami kerjakan. Fitur Point of Sale adalah salah satu pengembangan yang kami lakukan setelah mempelajari kebiasaan dan kebutuhan merchant dalam dua tahun terakhir kami beroperasi. Selain itu, penambahan opsi jenis pembayaran seperti layanan pembayaran QR Payment TCASH dan BNI YAP!, pre-authorization, recurring, installment, Virtual Account serta layanan pembayaran melalui GPN juga telah kami kembangkan, harapan kami merchant dapat menerima berbagai jenis pembayaran yang terintegrasi dalam satu platform. Ke depannya, akan ada fitur Mandiri e-money dan metode pembayaran berbasis QR terbaru yang dikeluarkan Bank Mandiri, Mandiri Pay, yang saat ini dalam tahap pengembangan.”

“Sebagai perusahaan rintisan, kami selalu mencari cara yang efisien dan cost effective, melihat dan menyesuaikan kebutuhan pasar adalah hal yang tidak dapat kami hindari. Kami telah mempelajari bahwa mengajak atau mengedukasi merchant untuk dapat mengadopsi pembayaran nontunai tidaklah mudah, oleh karena itu kami kembangkan fitur Point of Sale, harapan kami, idealnya, merchant dapat beralih dari bon atau nota kertas ke sebuah aplikasi Point of Sale yang di dalamnya juga disediakan fitur pembayaran nontunai terintegrasi yang dapat menumbuhkan bisnis mereka”, tambah Teddy Tee Setiawan, CEO Cashlez.

Ekspansi Pasar ke Bali

Pada bulan Juni lalu, Visa, perusahaan jaringan pembayaran digital terbesar di dunia,  telah bekerja sama dengan Cashlez untuk mendistribusikan 5.000 perangkat mobile Point of Sale (mPOS) kepada pelaku usaha di sejumlah destinasi  wisata populer di Indonesia, diantaranya Bali, Lombok, Yogyakarta – Solo, Surabaya – Malang, Medan, dan Bandung untuk memudahkan mereka dalam menerima pembayaran elektronik yang cepat, aman dan dapat diandalkan. Penerimaan pembayaran elektronik diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya, sebagaimana mereka akan dapat menerima pembayaran kartu dari sekitar 17 juta wisatawan mancanegara yang ditargetkan berkunjung ke Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tahun ini.

Selama kurang lebih empat bulan kerjasama telah berjalan, Cashlez melihat potensi pasar di Bali sangat besar. Wisatawan mancanegara yang telah terbiasa menggunakan pembayaran nontunai diharapkan dapat menjadi pendukung utama untuk mengedukasi merchant di Bali. Sebagai bentuk nyata pengembangan pasar di Bali, Cashlez membuka kantor representatif di Bali guna memudahkan merchant dan tim sales untuk melakukan akuisisi.

“Sebagai perusahaan teknologi finansial kami ingin berkontribusi banyak dalam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang digalakkan oleh pemerintah. Memberikan kenyamanan bertransaksi pada tamu-tamu mancanegara juga dapat memberikan citra yang baik terhadap pariwisata Indonesia. Lebih dari pada itu, penggunaan transaksi nontunai dapat meningkatkan pendapatan atau penjualan merchant yang juga akan meningkatkan devisa negara”, tutup Teddy.

Share This News to: